Berbagi · Berkisah

Run for Your Life

Jogja Marathon 2017 merupakan pengalaman pertama ku ikut marathon. Fyi, ku bukanlah seorang pelari atau seorang penikmat lari. Karena ku orangnya tak suka lari dari kenyataan, wkwk. Balik lagi. Temen gue mengajak lari dan mendorong gue berlatih untuk marathon ini. Daann ternyata ku dapat banyaaakk sekali pelajaran dari lari berlari ini.

Mandiri Jogja Marathon 2017

Dahulu ku berlari (cukup) rajin waktu jaman skripsi. Karena di masa itu kan gue udah agak nganggur dan rentan depresi. Jadi gue lari supaya tetap sehat raga dan jiwa, plus sebagai persiapan hiking. Supaya kalo ada temen ku mengajak naik gunung, ku sudah siap gitu. Tapi sejak ku diminta untuk tidak muncak lagi oleh Bapak dan udah kerja juga, ku cuma lari di hari Minggu. Itu pun kalo pengen, hehe.

Tapi sesungguhnya ku tak suka lari. Sangat tidak suka. Naahh beda dengan jalan kaki. Ku penggemar jalan kaki, udah sampai taraf hobi kali. Mau jalan sejauh apapun, gue jabanin deh. Mungkin karena lagu favorit gue sepanjang masa (dulu) itu lagunya Vanessa Carlton – A Thousand Miles kali ya. Hehe.

Cause you know I’d walk a thousand miles

Jadi, Jogja Marathon 2017 yang diadakan pada Minggu, 23 April 2017 di Candi Prambanan ini dibagi ke dalam 4 kategori: 5K, 10K, 21K (Half Marathon), dan 42K (Full Marathon). Temen gue mau menjajal kategori 42K, lalu gue diajakin “mencoba” kategori 5K. Waktu temen gue ngajak itu respon gue hanyalah, “Baaaanng, aku gak suka larii.” Tapi dia (tetap) mendorong gue untuk lari, plus berlatih sebelum hari-H marathon ini.

Venue: Prambanan

Dari beberapa kali latihan, sharing, dan mini-riset; gue merumuskan 5 tips dan trik berlari bahagia serta pelajaran hidup di baliknya. Tsaahh.

  1. Angkat kepala kamu mengarah ke depan. Jangan menunduk. Sikap ini akan membantu kamu untuk terus semangat berlari karena yang kamu awasi adalah titik tujuan pelarian kamu di depan.
  2. Condongkan badan bagian atas kamu sedikit ke depan, kurang lebih 10 derajat. Sikap ini membuat kecenderungan badan kamu untuk “maunya” maju terus ke depan.
  3. Ayunkan tangan di sisi badan. Jangan malas mengayun, tapi jangan terlalu tinggi juga mengayunnya. Ayunan tangan berkaitan dengan langkah kaki. Kalo kamu lari, tapi tangannya diam aja yah gimana yah. Kan aneh. Hehe.
  4. Berlarilah dengan ringan. Buat dirimu seakan-akan terbang. Widihh. Mudahnya gini, dengarkan dengan cermat suara langkah larimu. Berlari ringan terjadi saat langkah kita tidak terlalu terdengar.
  5. Terakhir, tanamkan pikiran positif selama berlari. Senyum, sugesti semangat pada diri, pikirkan hal-hal yang menyenangkan, juga gumamkan lagu-lagu positif.

Lakukan ke-5 hal di atas, niscaya kamu akan berlari bahagia! Hahahahaha. Aku sendiri sudah menerapkannya dan terbukti! Dulu aku rasa menderita banget harus lari kok gak nyampe2. Tapi sejak mengubah sikap tubuhku saat berlari dengan 5 hal di atas, aku bisa berlari bahagia! Hahahahaha.

Begitu pun halnya dengan hidup. Hidup ini dinamis toh. Dalam hidup, kita terus maju karena waktu mendorong kita begitu. Lari, dengan dinamikanya, pun mendorong kita untuk terus maju sampai garis finish.

Mencapai garis finish

Lalu bagaimana menikmati hidup kita, yang seperti berlari, ini? Bagaimana bisa mencapai garis finish dengan perjalanan yang bahagia?

Kita perlu memiliki sikap positif total yang berkelanjutan. Angkat kepala kita, jangan lihat ke bawah. Arahkan pandangan ke depan. Condongkan diri kita untuk maju. Hidup selaras. Melangkahlah seakan kamu akan terbang. Tidak ketinggalan, pikirkan hal-hal positif dan tanamkan selalu dalam benak.

Semua juara 1

Begitulah.

Anyway, gue akhirnya menyelesaikan 5K dalam waktu 39 menit 10 detik. Disusul kak Frisca dan bang Ferry yang menyusup. Hihihi.

34325487975_919e397fe0_o
Courtesy of Mesarace

Lalu kami keliling boothbooth mencari layanan dan barang gratisan. Wkwk.

Santai setelah berlari

Kami begitu karena menunggu kedua teman kami, bang Andre dan bang Edmond menyelesaikan track 42K-nya. Daann mereka akhirnya menyelesaikan 42K (setara Jogja-Solo) dalam 7 jam karena sempat cedera dan gak sanggup lari lagi jadinya jalan aja.

Naomi, Frisca, Ferry, Edmond, Andre

Sekian cerita long weekend saya. Judul tulisan ini, Run for Your Life, terinspirasi dari judul album pertama grup RAN : RAN for Your Life. Haha. Berlari untuk hidup. Pelajaran berharga dari berlari untuk hidupku. Siapa tahu untuk hidupmu juga.

Iklan

One thought on “Run for Your Life

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s