Berbagi

3 Langkah Tepat Cepat Move On

Disclaimer:

  • Tulisan ini dibuat berdasarkan sejumlah pengalaman para wanita Indonesia berusia 20-30 tahun. Bukan semata pengalaman pribadi 😛
  • Jika saja tulisan ini skripsi, maka penelitian ke-sotoy-an ini terbatas pada subyek wanita berusia 20-30 tahun dan (mantan) pasangannya yang usianya tidak terlalu jauh.
  • Mohon maaf kalau ada bias feminisme dalam tulisan ini, karena penulis hanyalah manusia yang kata Britney Spears “not a girl, not yet a woman.”

sad-girl-wallpaper-1

Girls, berhentilah menangis untuk (mantan) kekasihmu yang meninggalkanmu tanpa kejelasan, yang melupakanmu karena perempuan lain,  padahal sudah berjanji sejuta kata. Ya, kata “mantan”-nya ku tanda kurungi. In case, kamu yang baca masih berpikir kalian jadian, atau kalian udah putus cuma masih kayak pacaran, atau kalian udah putus tapi kamu yakin banget di masa depan kalian menua bersama. Oiya, dari beberapa cerita yang (tidak sengaja) kukumpulkan, alasan kegalauan para wanita muda gemilang ini, biasanya tidak jauh-jauh dari hal-hal berikut:

  • cowonya menawarkan minta putus dengan alasan gak jelas
  • cowonya menawarkan minta putus dengan alasan gak jelas, padahal udah ada cewe lain yang mau dikejar
  • cowonya menawarkan minta putus dengan alasan gak jelas, padahal udah ada cewe lain yang sedang dikejar
  • cowonya menawarkan minta putus dengan alasan gak jelas, padahal udah ada cewe lain yang udah selesai dikejar. Nama sederhananya, selingkuh. Tapi gak mau ketauan banget
  • cowonya menawarkan minta putus pake alasan orang tua
  • cowonya menawarkan minta putus memang karena orang tua
  • cowonya menawarkan minta putus memang karena orang tua, tapi karena udah ketemu cewe lain juga

Secara keseluruhan sih biasanya seputar cewe lain, atau soal orang tua, atau yang terburuk karena orang tua dan cewe lain. Jika kamu, hai hawa, mengalami salah satu dari hal di atas, ikuti langkah-langkah berikut.

pieces

Langkah #1

Sadarlah, dia emang (udah) gak mau aja sama kamu.

Iya. Maaf kalo langkah satunya menyakitkan lho. Tapi ya mau gimana, penulis harus jujur. Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menjadi sadar penuh. Be mindful. Mawas diri. Siapa tau selama beberapa tahun belakangan ini, kamu masih mabuk.. mabuk cinta.

Setelah menempuh langkah pertama, akan ada dua respons: sedih dan marah. Terkadang, kedua emosi ini bercampur dengan perasaan tidak berharga, merasa bodoh, dan menyesal. Tapi gpp. Kita akan lanjut ke langkah berikutnya, bagaimana mengatasi semua emosi negatif tersebut.

Langkah #2

Mendekatlah kepada Sang Khalik Pencipta dan Penebusmu.

(1) Berdoa. Tidak ada yang lebih mengerti kesedihan, kemarahan, dan emosi-emosi negatif lainnya pada dirimu selain Pribadi yang menciptakanmu. Dia yang menemanimu di setiap detik hidupmu bahkan gak pelit-pelit mengungkapkan kepadamu rahasia-rahasia penting (yang TUHAN pikir kamu perlu tahu). Contohnya, mantanmu awalnya bilang putus pake alasan apalah gak jelas eh ternyata dia selingkuh! Karena semakin sering kamu berdoa, semakin kamu terlatih untuk mengerti apa kata TUHAN. Biarkan tepi tempat tidurmu basah oleh tangismu, gordyn kos-mu menjadi kawanmu dalam diam, atau toilet kantormu jadi ruang curhatmu selama kamu bertelut di hadapan Sang Pemilik Hatimu yang sesungguhnya. (Yampun kok bahasa gue gini amat ya hahahah)

Is prayer a waste of time

(2) Belajar Kitab Suci. Bukan sok religius, tapi serius deh, cuma perkara di Surga yang bisa mengalahkan pesona perkara dunia. Ku jamin 100% kamu gak akan dapat tulisan “Tinggalkan laki-laki itu.” atau “Dialah jodohmu.” dari Kitab Suci, jadi jangan berharap Kitab Suci akan menjawab kegundahanmu dengan cara-yang-kamu-mau. Sebaliknya, Kitab Suci akan mengungkapkan prinsip-prinsip untukmu mengatasi kegalauanmu itu. Tapi, harus punya sikap mau belajar. Plus, dibarengi berdoa. Bersyukurlah kamu kalau kamu punya kelompok-kelompok belajar Kitab Suci di sekitarmu. Apalagi kalau (bagi yang Kristen / Nasrani) teman-temanmu mengajakmu mendalami Kejadian 2, Kejadian 24, kitab Rut, atau bahkan kitab Kidung Agung. Hihihi. Mereka bisa jadi your best support system yang akan menuntun kita ke langkah move on berikutnya.

Langkah #3

Keluarlah, temui teman-temanmu.

Jangan sendirian! Namanya abis break up, heart break, terus jadi vulnerable kan. Well, vulnerable is not a weakness. (Nonton TED Talks nya Brene Brown soal Vulnerability, kalo perlu. Recommended abis.) Balik lagi soal jangan sendirian, lebih baik kamu menghabiskan waktu bersama teman-teman. Tapi teman-teman yang positif ya. Kayak tadi tuh contohnya teman-teman yang ngajakin kamu belajar Kitab Suci, intinya sih yang mengarahkan pikiran kamu buat gak jadi galau. Teman-teman kamu pasti mengerti kondisi kamu. Awal-awal mereka akan dengerin semua curhatan  kamu dari pagi sampe pagi lagi. Di dalam periode ini, gunakan kesempatanmu untuk nyampah sebaik-baiknya karena nanti ada masanya teman-temanmu yang bijaksana ini akan mulai gak merespon seruan galaumu. Itu bagus. Artinya kalau udah gitu, ya jangan digalauin lagi. Move on.

f9270220e12753bc6cad0a6e427124b3

Oh iya selain cerita ke teman-teman, cerita ke orang tua itu terbaeek. Dan satu lagi, hindari drama korea dan lagu romantis! Cobaa.. udah galau, diserang romantisme, gak punya temen, sendirian. Aduuuhh. Kasian kan bacanya aja, apalagi ngalaminnya.

Udah.

Selain 3 langkah utama di atas, ada lagi 3 langkah kecil lainnya seperti :

  1. Keep busy. Tetap lakukan kegiatanmu sehari-hari. Tak perlu permisi sakit sama si boss. Iya sih mata bengkak dan hidung meler, tapi itu kan bukan karena flu tapi kebanyakan nangis! Meskipun iya sih, kamu sakit. Iya. Sakit hati.
  2. Percantik diri, dari dalam. Ku sarankan sih, tak usah potong rambut ala ala buang sial atau ganti gaya berpakaian biar modis atau tambah lapisan gincu supaya merona. Bukannya menjadi cantik dari luar tidak penting, tapi tak perlu jadikan kecantikan luar sebagai media balas dendam. Kamu gak ngapa-ngapain aja udah lebih cantik kokk.. dari (mantan) cowo kamu. Hm.
  3. Rekonstruksi makna. Ini nihh!! Pamungkas banget. Iya gapapa buang atau balikin atau bahkan bakaarr aja barang dari mantan kamu itu. Tapi, jangan takut untuk mengunjungi tempat-tempat yang bermakna untuk kalian berdua. Malahan, kunjungi lagi. Dengan cerita baru. Puitisnya, makna yang pernah tertulis di tempat itu sudah ditulis ulang dengan kisah baru. Kamu bisa datangi tempat itu dengan teman-teman. Sendiri juga gpp sih kalau kamu tergolong cewe setrong, asal jangan jadi mewek aja. Terharu gpp, nangis jangan. No no no.

Namanya juga hidup yah. Kadang di atas, kadang di bawah (gitu kata boss gue tiap kasih wejangan). Kadang suka, kadang duka. Patah hati kamu bisa jadi pelajaran terhebat seumur hidup, kalau kamu mau belajar.

00828_BG

Kenapa juga si Naomi apa-banget nulis topik move on gini?

  • Satu, karena (lagi) banyak (banget) yang struggling with moving on di sekitarnya.
  • Dua, kayaknya bakat sabar-mendengarnya bisa diberdayakan dengan mengolah pengalaman orang agar bermanfaat (widihh, udah kayak Dave Isay gak sih gue. Hihihi. Story corps banget).
  • Tiga, respons emosi orang patah hati itu ternyata sama seperti ketika seseorang cerai atau bahkan lebih parah, kehilangan orang terdekat yang meninggal dunia. Gak heran, orang patah hati bisa sampai (hampir) bunuh diri. Gak main-main kan.

Akhir kata, izinkan ku menyampaikan pesanku kepada seorang sahabat wanitaku yang riang nan baik hati. Sehari-harinya dia alay tapi gak pernah alay lagi (dulu) waktu dia galau.

Stay alay, no galau.

Bhay.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s