Berbagi

Hidup yang Terbaik

Untuk setiap orang yang merasa gagal 

… 

God’s Plans the Best – Rencana Allah yang Terbaik 

Our plans are not always God’s plans. 

Rencana kita tidak selamanya sesuai dengan rencana Allah. 

He may see that it is best for us and for His cause to refuse our very best intentions, as He did in the case of David. But of one thing we may be assured, He will bless and use in the advancement of His cause those who sincerely devote themselves and all they have to His glory. If He sees it best not to grant their desires He will counterbalance the refusal by giving them tokens of His love and entrusting to them another service. 

Ia dapat melihat bahwa itulah yang terbaik bagi kita dan bagi pekerjaan-Nya untuk menolak niat kita yang terbaik, sebagaimana yang Ia lakukan terhadap Daud. Tetapi satu hal yang kita rasa pasti, Ia akan memberkati dan memanfaatkan mereka yang sungguh-sungguh mengabdikan diri dan seluruh miliknya demi kemuliaan Allah. Kalau Ia melihat bahwa adalah paling baik tidak mengabulkan keinginan mereka, maka Ia akan mengimbangi penolakan itu dengan memberikan kepada mereka tanda-tanda kasih-Nya dan mempercayakan mereka satu pelayanan yang lain. 

In His loving care and interest for us, often He who understands us better than we understand ourselves refuses to permit us selfishly to seek the gratification of our own ambition. He does not permit us to pass by the homely but sacred duties that lie next us. Often these duties afford the very training essential to prepare us for a higher work. Often our plans fail that God’s plans for us may succeed.

Dalam kasih pemeliharaan dan perhatian-Nya terhadap kita, seringkali Ia yang memahami diri kita lebih baik daripada kita sendiri memahami diri kita menolak mengizinkan kita secara mementingkan diri mencari kepuasan dari ambisi kita sendiri. Ia tidak mengizinkan kita melewatkan tugas-tugas sederhana namun suci yang ada di dekat kita. Sering tugas-tugas ini mengandung latihan yang penting untuk menyiapkan kita bagi tugas yang lebih tinggi. Sering rencana-rencana kita gagal agar rencana Allah bagi kita terlaksana.

We are never called upon to make a real sacrifice for God. Many things He asks us to yield to Him, but in doing this we are but giving up that which hinders us in the heavenward way. Even when called upon to surrender those things which in themselves are good, we may be sure that God is thus working out for us some higher good.

Kita tidak pernah dipanggil untuk mengadakan pengorbanan yang sesungguhnya bagi Allah. Banyak hal yang Ia minta supaya kita serahkan kepada-Nya, tetapi dalam melakukan ini kita hanyalah menyerahkan apa yang bisa menghalangi kita dalam perjalanan menuju surga. Walaupun ketika dipanggil untuk menyerahkan hal-hal yang sebenarnya baik, kita bisa merasa pasti bahwa Allah melakukan bagi kita sesuatu yang lebih baik.

In the future life the mysteries that here have annoyed and disappointed us will be made plain. We shall see that our seemingly unanswered prayers and disappointed hopes have been among our greatest blessings.

Dalam kehidupan yang akan datang, rahasia-rahasia yang telah mengganggu dan mengecewakan kita akan dijelaskan. Kita akan melihat bahwa doa kita yang seakan-akan tidak dijawab dan harapan-harapan kita yang sirna termasuk di antara berkat-berkat yang paling besar.

We are to look upon every duty, however humble, as sacred because it is a part of God’s service. Our daily prayer should be,

“Lord, help me to do my best. Teach me how to do better work. Give me energy and cheerfulness. Help me to bring into my service the loving ministry of the Saviour.”

Kita harus menganggap setiap tugas, betapapun hinanya, sebagai sesuatu yang kudus karena itu adalah bagian dari pekerjaan Allah. Doa kita sehari-hari seharusnya, 

“Tuhan, tolonglah saya melakukan yang terbaik. Ajarlah saya melakukan pekerjaan yang lebih baik. Berilah saya kekuatan dan kegembiraan. Tolonglah saya membawa ke dalam pekerjaan saya pelayanan Juruselamat yang penuh kasih.”

Diambil dari Hidup yang Terbaik / Ministry of Healing 
Untuk setiap orang yang tidak lagi merasa gagal

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s