Berjejak

Gombal

Sesungguhnya post ini sudah jadi draft dari entah kapan tahu di otak gue. Gak cuma post ini sih, masih banyak post-post lainnya yang teronggok di sudut ruang pikir gue menjadi draft tanpa pernah tertuang dalam tulisan. Abaikan.

Karena momennya pas yah, Valentine. Jadilah post ini akhirnya tertulis juga. Awalnya post ini saya dedikasikan untuk para wanita yang suka digombalin, wanita yang kalo jadi Sims punya trait hopeless romantic, wanita yang suka nonton drama korea dan film romantis, juga wanita yang sehari-hari mendengar lagu-lagu romantis. Tapi lama-lama gue pikir, post ini bagus juga untuk para lelaki yang bawaannya dari lahir suka mengucapkan janji-janji manis alias nge-gombal ;p

(sekarang) dr. Nelly, yang bawain mini-seminar, yang motoin

Semua bermula ketika gue dan beberapa teman-teman KMAY membawakan mini seminar kesehatan untuk para lansia di SS cabang Sewon di awal tahun 2013 silam. Satu ayat menyita perhatian gue.

“Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.” – Yesaya 46:4

Wow. What an amazing God we have. Sampai gue ubanan, Ia ada terus. Kebayang kalo gue jadi seperti para Uti dan Mbah Kung di Sewon, siapa juga bakal gendong gue kan. Tapi TUHAN bilang, Ia akan menggendongku sampai putih rambutku. Sejak saat itu, ayat ini gue nobatkan menjadi ayat ter-romantis.

Radar romantisme gue kala itu cukup terganggu karena kebanyakan nonton drama korea sama dengerin lagu MYMP. (pesan sponsor: entertainment romantis itu tidak aman lho untuk kesehatan mental kamu. hihi). Jadi, cukup lama gue gak nyadar betapa romantisnya ALLAH gue sampai.. akhir tahun 2016 yang lalu.

BSB di Ciampea (minus Ina dan Bangle)

 

Somehow waktu pertama BSB (Bible Study Bogor) terbentuk, kami tertarik belajar buku Hosea karena ada kue kismisnya (beneran deh!). Lupakan kue kismis itu, gue dapat sesuatu yang sangat indah dari kisah Hosea.

Hosea mendapat petunjuk dari TUHAN untuk menikahi pelacur. Perempuan ini terus-menerus berulang kali selingkuh dengan pria-pria lain. Tapi TUHAN suruh Hosea untuk mengambil dia menjadi istrinya lagi. Berkali-kali.

Itu menggambarkan perlakuan TUHAN terhadap bangsa Israel. Biar kata nih Israel melacur ke keplesiran dunia dan baal bangsa asing di sekitarnya, bahkan apa yang diberi ALLAH, sang Suami, malah dipersembahkan ke baal, selingkuhannya, tapi TUHAN membawa Israel pulang. Ia membujuk sang Istri untuk menenangkan hatinya (Hos.2:13). Itu supaya Israel ingat masa-masanya mereka keluar dari Mesir.. mengingat masa mudanya waktu Israel, sang Istri, merelakan dirinya pada TUHAN, sang Suami. Kalo kita adalah Israel, TUHAN mau mengingatkan momen waktu pertama kita jatuh cinta pada ALLAH.

Ah, sweet bangetlah!

Njuk Hosea 2-3 jadi ayat-ayat terromantis versi gue. Eh tapi gue nemu ayat yang romantis nan manis lainnya, dari Yesaya (lagi).

 

“Janganlah takut, sebab engkau tidak akan mendapat malu, dan janganlah merasa malu, sebab engkau tidak akan tersipu-sipu. Sebab engkau akan melupakan malu keremajaanmu, dan tidak akan mengingat lagi aib kejandaanmu.” – Yesaya 54:4

Untuk para wanita (dan pria) yang merasa cemar, tak berarti, tak layak, tanpa harapan, dan malu dengan keberdosaan diri – hanya kamu dan TUHAN yang tahu. Tidak perlu takut dan tidak perlu malu. Kenapa?

He loves you, anyway.

img_7246

Terus ini jadi ayat romantis lainnya, akhirnya stok ayat romantis gue jadi banyak. Haha.

Istimewa banget gak sih. Yang menjadi suami kita, TUHAN semesta alam! Bahkan, bukan kita lho yang ngaku-ngaku punya TUHAN sebagai Suami kita. Ia sendiri yang menyatakan Dirinya sebagai Suami bagi kamu.

Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN.” – Hosea 2:18-19

Wow. Sungguh sebuah hak istimewa untuk dilindungi dan dicintai ALLAH seperti seorang Suami kepada Istri.

Melihat romantisme ALLAH kepada umat-Nya seperti seorang Suami kepada Istri membuat gue berpikir bahwa gombalan semua anak laki-laki Adam di bumi ini gak ada apa-apanya. Hihi. Dan lagi anak-anak gadis Hawa jelas gak perlu kemakan gombalan pria-pria (atau drama korea) di sekitarnya kalau punya ALLAH yang sebegini romantisnya ☺️

Masih banyak sebenarnya gombalan demi gombalan yang ALLAH tuliskan di Alkitab cintanya. Tapi mungkin jika pun laut penuh dengan tinta, langit menjadi kertas, rumput-rumput menjadi pena, kamu dan aku menjadi penulis.. menuliskan cinta kasih ALLAH, lautan mengering dan langit tak dapat memuatnya.

Lautan dan Langit

 

Ini yang terakhir. Untuk saat ini.

Suatu waktu, teman-teman Book-by-Book lagi memasuki bagian belajar buku Yohanes. Gue dengerin audio Bible Yohanes dalam perjalanan pulang kantor di Jumat sore saat gak kebagian tempat duduk di bus. Meski pegel juga 2 jam berdiri yah, selesai mendengar seri pengalaman Yohanes bersama Yesus menjadi pengalaman yang indah juga buat gue. Kerasa banget eratnya persahabatan murid-murid Yesus -khususnya Yohanes yang terkasih- dengan Yesus di buku Yohanes (pas ngobrolin ini sama BSB, mereka juga suka banget sama buku Yohanes! Recomended lah!) Terus gue kedapatan gantiin Ina ngajar SS remaja yang ayat intinya di Yohanes 1:1.

Okey. Gue pikir ini TUHAN bilang supaya gue gak cuma denger tapi baca buku Yohanes (juga). Gue baca kan, sampai gue terpukau dengan Yohanes 17 yang berisi doa Yesus untuk para murid-Nya dan untuk orang-orang yang menerima pekabaran dari para murid Yesus, yaitu aku dan kamu. Ini bagian favorit gue.

“Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku..” – Yohanes 17:24a

Yesus mau supaya di mana Ia ada, kita juga ada bersama dengan-Nya.

Bayangkan.

Kamu memasuki kota baru tempat kamu merantau untuk menuntut ilmu, gak ada bapak mamak ayah ibu kakak adik atau teman-teman se-genk jaman SMA. Tapi sebenarnya di sana ada Yesus -yang membawamu ke sana- bersama denganmu.

Kamu berada di kantor baru dengan segala sesuatu yang asing, lepas toga welcome to the real world tanpa teman-teman kuliahmu yang “cacat” namun ngangenin. Tapi sebenarnya di sana ada Yesus -yang membawamu ke sana- bersama denganmu.

Atau kamu entah bagaimana “terdampar” di suatu tempat yang belum pernah kamu kunjungi atau bahkan gak pernah kebayang deh bakal nyampe tempat ini seumur-umur, menghadapi petualangan yang kemudian menjadi pengalaman terindah di hidupmu. Sebenarnya di sana ada Yesus -yang membawamu ke sana- bersama denganmu.

Orang tua bisa meninggal, kakak/adik bisa merantau, sahabat bisa lupa, pacar bisa selingkuh, suami/istri bisa sibuk, tapi ALLAH?

Siapa yang bisa selalu setia seperti-Nya?

Siapa bisa menyaingi romantisme ALLAH, Sang Penebus?

Gombalan mana yang bisa ngalahin kesungguhan ALLAH mencintaimu?

Happy valentine, anyway! God loves you ❤️

Iklan

One thought on “Gombal

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s