Berbagi

Moria

Siapa tidak tahu kisah Abraham atau nabi Ibrahim yang tersohor. Dia adalah Bapak tiga agama besar dunia – Yahudi, Kristen, Islam – Bapak orang percaya. ALLAH menjanjikan keturunan sebanyak bintang di langit dan pasir di laut untuknya, namun dia hanya punya 1 anak laki-laki. Itu pun TUHAN minta dipersembahkan sebagai korban bakaran! Gila apa. Siapa pun yang kamu percaya dibawa Abraham untuk dikorbankan, entah Ishak atau Ismail, aku mau cerita sesuatu yang lebih penting dari mereka. Moria namanya.

cimg1687

Cerita dimulai ketika ALLAH memanggil Abraham dengan perintah

  1. Ambil anakmu, anak tunggal yang kamu sayangi
  2. Pergi ke tanah Moria
  3. Persembahkan anakmu tersayang itu sebagai korban bakaran di gunung
  4. Nanti Saya kasih tau di gunung mana

Lalu Abraham langsung menuruti kata ALLAH keesokan harinya dengan persiapan matang. Catat ini, dengan persiapan :

  1. Dia bangun pagi-pagi
  2. Dia pasang pelana keledainya
  3. Dia panggil 2 orang bujangnya
  4. Dia panggil anaknya tersayang
  5. Dia yang belah kayu untuk korban bakaran nanti

Abraham tidak menyuruh hambanya untuk melakukan itu semua. Dia lakukan sendiri semua persiapan.

31118_000_011_04

Jadilah Abraham pergi berempat bersama anaknya dan 2 orang bujangnya ke tanah Moria. Pada hari ketiga, baru Abraham tahu dia harus naik ke gunung mana. Maka ditinggal kedua bujangnya. Dia naik bersama anaknya tersayang. Anaknya disuruh memikul kayu, dia yang bawa api dan pisau.

31118_000_011_06

“Bapa.”

“Ya, anakku.” sahut Abraham.

“Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?” tanya si anak keheranan.

Jawab Abraham, “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.”

Tak ada kata lagi. Mereka terus berjalan sampai tiba di tempat yang TUHAN tunjukkan.

Abraham mendirikan mezbah. Kayu-kayu disusun di atasnya.

31118_000_011_07

Anaknya diikat. Lalu dibaringkannya di atas kayu. Tak ada keluh dari sang Bapa maupun anak. 

Abraham mengulurkan tangannya meraih pisau. Ia siap menyembelih anaknya ketika terdengar suara Malaikat TUHAN berseru.

abraham-and-isaac-1

“Abraham, Abraham.”

“Ya, Tuhan.” sahut Abraham.

“Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”

Ia menoleh. Seekor domba jantan tersangkut tanduknya di semak belukar. Ia ambil domba itu, lalu dipersembahkan sebagai ganti anaknya.

31118_000_011_09

Abraham menamai tempat itu, Jehovahjireh, ALLAH menyediakan.

Lalu dari langit, Malaikat TUHAN bersumpah untuk memberkati Abraham dengan berlimpah-limpah, dengan keturunan yang tidak hanya banyak dan kuat namun juga menjadi berkat. Janji berkat yang sudah pernah TUHAN katakan. Berkat ini diberikan karena Abraham tidak segan menyerahkan anak tunggalnya.

31118_000_011_10

Kata pepatah. Mati satu, tumbuh seribu.

Tapi kalau yang ini. Gak jadi mati satu, tetap tumbuh seribu. 

The end.

31118_000_011_11

Mana Naomi, katanya mau cerita Moria!
Iya. Sabar.

Secara keseluruhan, apa yang kita lihat sebagai manusia adalah pengorbanan. Gila bener ini imannya Abraham yah, rela berkorban, padahal itu anak yang dia tunggu-tunggu, satu-satunya, tersayang.

Tapi apa yang ALLAH lihat lebih dari itu! TUHAN suruh Abraham bawa anaknya tersayang ke tanah Moria. Moria. Moria artinya ALLAH melihat. TUHAN suruh Abraham membawa anaknya tersayang ke dalam pandangan ALLAH.

Sementara apa yang diperhitungkan manusia sebagai sebuah pengorbanan, ternyata adalah bentuk kasih ALLAH. Kita mungkin sayang banget sama hal itu – pekerjaan, pacar, komunitas, keluarga, posisi, sahabat, dll – tapi TUHAN lebih sayang lagi. Karena TUHAN tahu kita sayang banget sama hal-hal tersebut dan TUHAN juga sayang sama kita dan sama hal itu, TUHAN bilang, “Mari. Bawa kesayanganmu itu ke tanah Moria, ke dalam pandangan saya. Saya melihat.”

Processed with VSCO with c1 preset

Ternyata. Selama ini saya pikir ALLAH suka menguji apa saya setia, apa saya menurut, apa saya rela berkorban demi DIA aja.

Ternyata. Lebih dari itu. TUHAN sayang sama saya. Saya sayang sama suatu hal. TUHAN juga mau sayang sama hal yang saya sayangi.

Ternyata. Lebih dalam dari kesetiaan, penurutan, dan kerelaan saya berkorban, yang TUHAN uji adalah kepercayaan saya kepada-Nya.

Apakah saya percaya ALLAH menyayangi saya?

Apakah saya percaya ALLAH menyayangi juga segala hal yang sayangi?

Apakah saya percaya ALLAH mampu menyayangi, mengasihi, dan menjaga hal yang saya sayangi itu?

Apakah saya percaya ALLAH bahkan mampu menjaga yang saya sayangi itu bahkan lebih baik dari saya?

Apakah saya benar-benar percaya pada ALLAH Yang Maha Pengasih dan Penyayang?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s