Berbagi

Kuatkan dan Teguhkanlah Hatimu

Alkisah, seorang pemimpin yang dikenal sebagai manusia paling lemah lembut di muka bumi tiba di penghujung usianya. Empat puluh tahun lamanya ia hidup dalam keangkuhan yang membutakan, empat puluh tahun dalam ketakutan yang mencekam, tapi empat puluh tahun terakhir merupakan bagian terbaik hidupnya. Sepertiga bagian usianya, memenuhi panggilan hidupnya, sebagai pemimpin dari impian dan harapan lebih dari 635.550 orang. Orang-orang sebangsanya yang telah bebas dari perbudakan menuju tanah subur makmur. Ia begitu yakin mencapai tanah itu karena ALLAH yang menjanjikannya.

Di usia 120 tahun, sebentar lagi beristirahat. Musa, namanya.

“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu.”

Begitu kata Musa kepada bangsa Israel, bangsa yang ia pimpin melalui padang gurun selama 40 tahun, ketika ia akan meninggal.

Janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”

“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu.”

Begitu kata Musa kepada Yosua, penerus tugas Musa memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir ke tanah yang ALLAH janjikan, di depan bangsa Israel.

“Sebab engkau akan masuk bersama-sama dengan bangsa ini ke negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk memberikannya kepada mereka, dan engkau akan memimpin mereka sampai mereka memilikinya.”

“Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”

Janganlah takut dan janganlah patah hati.”

Yosua bin Nun, sejak masa mudanya mengabdi pada Musa. Terlalu banyak karya ajaib TUHAN yang Musa saksikan juga lewat di matanya. Setiap kesempatan mengenal ALLAH yang mengagumkan ini tidak ia lepaskan. Bersama kawannya, Kaleb, Yosua menjadi satu dari dua orang yang masuk ke tanah perjanjian dengan pengalaman keluar dari Mesir. Dari 635.550 orang yang keluar dari Mesir, hanya mereka yang sampai masuk ke tanah perjanjian.. 2 orang.

cimg1687

Tuannya, Musa, sudah dikuburkan oleh ALLAH di suatu lembah di Moab. Lalu ALLAH yang sama, dengan kuasa yang sama, mendorong Yosua untuk tampil menjadi pemimpin menggantikan Musa.

“Seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau;

Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”

“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu.”

“Sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan..”

“Hanya..”

“..kuatkan dan teguhkanlah hatimu..”

“..dengan sungguh-sungguh.”

“Bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”

“Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu?”

“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu.”

Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

“Hanya..”

“..kuatkan dan teguhkanlah hatimu..”

dsc02405

Aliran Sungai Yordan terbendung ketika bangsa Israel menyeberanginya, tembok kota Yerikho runtuh setelah bangsa Israel mengelilinginya dalam ketenangan selama enam hari dan dalam sorak sorai di hari ketujuh. Siapa lagi yang dapat melakukannya selain kekuatan besar Ilahi? Bangsa mana yang tidak gemetar menghadapi bangsa milik ALLAH Yang Maha Perkasa ini?

Namun, bukan berarti bangsa Israel yang Yosua pimpin ini terus berhasil, kegagalan mengikutinya. Dasar, manusia. Akhan, seorang dari suku Yehuda mengambil barang yang dikuduskan untuk ALLAH. Pengakuan kesalahan, pertobatan, dan penumpasan kejahatan mengembalikan Israel dalam kerja sama dengan Tuhan ALLAH yang hebat. Mereka maju melawan penduduk kota Ai. ALLAH berpesan..

Janganlah takut dan janganlah tawar hati.”

20140808_165816

Belum lagi saat Yosua dan para pemuka Israel lupa meminta petunjuk ALLAH. Mereka ditipu oleh penduduk Gibeon yang takut dihabisi Israel. Israel terlanjur berjanji tidak akan menghabisi penduduk Gibeon, padahal luasnya Gibeon lebih dari kota Ai. Namun demikian, tetap, bangsa Israel di bawah pimpinan Yosua menjadi ancaman untuk bangsa-bangsa di seberang Sungai Yordan. Bagaimana tidak? Para penduduk Gibeon adalah para pahlawan, namun kini menjadi tukang belah kayu dan tukang timba air bagi Israel pun mereka rela asalkan masih bisa hidup.

Lalu, lima raja bersekutu melawan Yosua dan pasukan Israel. Raja-raja dari Yerusalem, Hebron, Yarmut, Lakhis, dan Eglon berkumpul menyerang Gibeon yang telah menjadi bagian Israel. Peperangan besar berlangsung, peristiwa-peristiwa yang belum pernah ada di muka bumi terjadi. Kekacauan di antara pasukan sekutu, hujan batu dari langit, sampai matahari berhenti di atas kepala para pelaku perang hingga pasukan sekutu ditumpas habis.

dsc00727

“Sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN.”

Kelima raja sekutu melarikan diri sampai bersembunyi di sebuah gua di Makeda. Gua ditutup, para raja terkepung. Selesai menumpas pasukan belakang para raja sekutu, Yosua memerintahkan agar para raja sekutu dikeluarkan. Kepada para panglima tentara Israel, Yosua mengatakan agar mereka menaruh kaki di atas tengkuk para raja. Demikianlah ALLAH memperlakukan setiap musuh Israel yaitu mereka yang telah menyaksikan kebesaran ALLAH melalui umat-Nya namun malah semakin giat memerangi umat ALLAH.

Janganlah takut dan janganlah tawar hati.”

“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu.”

Perkataan yang telah berulang kali ALLAH ucapkan, juga Musa sampaikan kepada Yosua, kini menjadi milik Yosua. Hati kuat dan teguh yang ia terima dari tuan Musa yang lembut dan Tuhan ALLAH yang perkasa kini ia berikan kepada Israel yang ia pimpin.

20150514_062330

Melintasi setiap kota besar dan musuh yang perkasa.
Melalui setiap mujizat maupun setiap penyesalan dalam perjalanan menuju kemenangan.
Mengarungi keberhasilan dan kegagalan mengikuti ALLAH.
Ketakutan bukan milik kita. Tawar hati bukan diri kita. Patah hati bukan bagian kita.

“Sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN, Allah Israel.”

“Sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN, Allah kita.”

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s