Berkisah

Pass It On

It only takes a spark to get a fire going
And soon all those around can warm up in its glowing
That’s how it is with God’s Love
Once you’ve experienced it
Your spread the love to everyone
You want to pass it on

Ceritanya dimulai dari IYC 2016. Acara yang mencelikkan mata, mencerahkan pikiran, dan menguatkan percaya. Pengalaman tak terlupakan bisa tinggal satu ruang dengan 15 orang yang baru dikenal yang kemudian jadi Casion Friends. 

Casion Friends

Setelah komitmen untuk ketemu tiap 3 minggu, jadilah satu kali kami bertemu di rumahku. Waktu itu pertemuan ke-2. Di situ kami belajar Alkitab cara induktif.

Well, inductive Bible study ini adalah salah satu cara dari beribu cara belajar Alkitab. Ada beberapa langkah untuk menikmatinya. Yang asik dari cara ini, kamu gak perlu pengajar dan gak perlu mengajar karena Roh Kudus yang akan mengajar langsung!

Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Cara belajar ini cocok untuk yang merasa pengetahuan Alkitabnya kurang atau lumayan atau berlebih sekalipun karena abis belajar dengan cara ini kamu akan berasa ditampar! Bukan karena cara belajarnya sihh, tapi karena Firmannya itu sendirii hihi. Cara induktif ini hanya menolong kamu dapat makna yang tidak kamu duga dari Firman ALLAH!

Aku ingat persis, seorang teman minta membahas Pengkhotbah 1 karena dia dkk pernah membahas pasal tsb tapi gak dapet-dapet. Semua yang terlibat sore itu baru pertama kali belajar induktif, tapi puji TUHAN.. kami pulang dapat pesan TUHAN lewat surat cinta-Nya. Teman yang request tadi pun rasa penasarannya akan Pengkhotbah 1 terjawab setelah 2 tahun berlalu. 

Bible Study di rumah Naomi
Dua Sabat berikutnya, pas aku udah pulang ke Bogor lagi, teman-temanku ini ngajak Bible Study / Belajar Alkitab. Katanya, ayo kita isi waktu menunggu PA dengan daripada kita ngegosip. Ku dengan senang hati ikut. Mendadak ditunjuk memfasilitasi belajar Alkitab, ku bingung mau ajak baca ayat yang mana. TUHAN tau kebutuhan kami, aku tanya pada-Nya dalam hati apa yang ingin TUHAN sampaikan pada kami hari ini. Jadilah Markus 5:1-20, one of my favorite story about Jesus.. Yesus menyembuhkan orang kerasukan setan di Gerasa. Selesai belajar, seorang teman dengan pergumulannya merasa bebas seperti orang Gerasa ini. Praise The Lord!

Dan begitulah seterusnya. Kami belajar Alkitab setiap Sabat, sebelum PA. Mulai dari lingkaran kecil di samping gereja sampai lingkaran besar di ruang kelas. Mulai dari orang muda yang terlena keplesiran dunia macam gue sampai anak remaja yang berpikir keras apa Alkitab relevan dengan kehidupannya sehari-hari. Dari yang awalnya cuma ber-6 jadi ber-18 pernah.

Di samping gereja, tempat awal Bible Study

Hari minggunya kami ikut PA Mengajar yang emang udah ada dari program PA atau pake untuk olahraga bersama. Mulai dari jalan siang di Kebun Raya Bogor sampe berenang di antara hujan badai. 

Kebun Raya Bogor

mens sana in corpore sano

Berenang di Monte Carlo

Kalo lihat proses belajar ini, aku yakin banget ini hasil gerakan Roh Kudus. Bukan untuk meninggikan satu dua orang atau satu dua kelompok, tapi untuk mempertemukan satu dua tiga dan lebih orang yang rindu mengenal-Nya lebih baik. Ada yang melalui rindu belajar Alkitab, rindu hidup sehat, rindu bernyanyi, dll. Semua kerinduan kami TUHAN pertemukan. Mulai dari kunjungan ke Rumah Sehat Cianjur sampai bawa lagu pujian.

What a wonderous time is spring
When all the trees are budding
The birds begin to sing
The flowers start their blooming

Excited lihat bunga matahari di Rumah Sehat Cianjur

That’s how it is with God’s love
Once you’ve experienced it
You want to sing, it’s fresh like spring
You want to pass it on

I wish for you my friend
This happiness that I’ve found
You can depend on Him
It matters not where you’re bound

Oiya, ada sekali waktu kami seru banget ngobrolin 4 tipe kepribadian. Wkwk. Itu jadi hot issue banget lah! Kami terdiri dari kepribadian yang berbeda-beda dengan kekuatan masing-masing. You know what? TUHAN bekerja melalui kekuatan itu! 
Yang melankolis memunculkan ide-ide baru, yang sanguinis mengajak teman-teman baru. Yang koleris mengarahkan langkah tim dengan ciamik, yang plegmatis? Mereka pulang dengan damai bawa pengalaman yang kemudian ditanyakan oleh mamah-mamahnya. Para ibu-ibu kemudian mau bikin sesuatu juga. The mothers get a spark too!

Urutan berdiri (secara tidak sengaja) berdasarkan kelompok kepribadian. Bisa tebak?

Btw, lagu Pass It On ini yang kami nyanyikan untuk lagu pujian di Remidi. Pernah ditulis sama seorang teman di laman instagramnya. Entah gimana pas aja dengan perjalanan kami. 

I’ll shout it from the mountain top
I want the world to know
The Lord of love has come to us
We want to pass it on

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s