Berkisah

For Such a Time Like This

Pertama kalinya ikut IYC, dapat pencerahan yang mencelikkan mata, tinggal satu atap dengan 15 orang yang baru dikenal.

Siapa tahu, mungkin justru (ini terjadi) untuk saat yang seperti ini..

Jadi ceritanya, gue baru abis ikut IYC (Indonesia Youth for Christ) 2016 yang sudah menginjak tahun ke-6 penyelenggaraannya. Acara ini berlangsung tanggal 4-6 Mei 2016 di Gedung Pertemuan Advent (GPA) MT Haryono dan tanggal 7-8 Mei 2016 di Aula FE Universitas Kristen Indonesia (UKI) Cawang. Acaranya berupa kelas-kelas workshop oleh berbagai narasumber ahli di bidangnya dan sesi pleno (plenary session) oleh Ps. Jeremiah Davis.

Karena panitia tidak menyediakan akomodasi peserta, jadilah gue nginep di apartemen kantornya Bang Ferry Naibaho. Ini peristiwa kayak Holy-Spirit-guided banget lah pas si abang whatsapp gue nanyain gue ikut IYC gak sampe dia punya solusi akomodasi IYC. Si abang udah bilang tempatnya seadanya kan.  Ternyataa.. Yang tinggal di situ ada sampe 15 orang! 😂😂😂 kadang nambah, kadang ngurang. Gue sih gpp banget tinggal rame-rame gitu. Rasa KKN lah. Cuma lucu aja. Kami tuh yang namanya baru kenal gitu kan, ada yang masih SMA (bahkan di malam terakhir kami ketambahan temen yang masih SMP), ada yang udah kerja, dari Jakarta lah Bogor lah Tangerang lah Bandung lah. Ramelah!


Ini foto pas malam terakhir, pas udah mau pulang. Beberapa yang udah pulang duluan, beberapa gak muat di foto.

Tapi kira-kira kayak ginilah suasana kami kalo ngumpul di ruang tengah. Duduk melingkar berkenalan setiap ada “anak baru”. Memperkenalkan diri dan alasan ikut IYC. Ada yang diajak temen, ada yang gantiin orang lain, ada yang mencari kebenaran dan kenikmatan hakiki, ada yang entah gimana kayak jodoh aja ke IYC padahal udah nunggu bus ke Jogja, ada yang ‘kabur’, ada yang ikut lagi karena ‘harus’ nemenin temen yang diajak, ada juga yang memang sudah pernah janji akan ikut IYC lagi kalo ada temen yang diajak.

Gue sendiri ikut kalo Tuhan bilang gue ikut. Gue gak mau keranjingan ikut acara ini itu kalo gue gak bisa melakukan apa yang gue dapet. Gue juga agak males ikut saat tahu IYC tahun ini tanpa akomodasi. Tapi promo seorang panitia yang bilang “segala hal di hidup kita dijelaskan di dalam Sanctuary lho!”, workshop baru Child Evangelism, dan tawaran solusi akomodasi dari Bang Ferry pada akhirnya menyuarakan jawaban Tuhan supaya gue ke IYC.

Great work, little time

Seperti frasa yang sering diulang-ulang Sir Davis. Gue pikir seperti itulah kami. Dalam waktu yang singkat (4 hari 4 malam atau kurang), kami dari beragam latar belakang, pengalaman, usia, dan cerita nyampe IYC dipertemukan dalam sebuah karya besar Ilahi. I mean di waktu yang singkat ini, gue belajar banyaaaakk banget dari tiap cerita, pengalaman, dan sharing temen-temen. Pasti ada suatu pekerjaan besar yang Allah sedang kerjakan dengan salah satu jalannya mempertemukan kami begini.

Omong-omong, lucu-lucu deh pengalaman kami. Adalah kunci kamar jatuh ke ruang lift, bukan di dalam lift nya ya tapi di ruang tempat lift naik turun itu lho! Trus malamnya kami pulang dengan bau busuk di apartemen karena listrik dimatiin pas pergi jadi jamur yang kami stock buat makan besok di dalam kulkas membusuk.

Satpam apartemen udah males sama kami karena kami minta tolong dibantuin akses lift terus! Yah gimana kan kami 16 orang (+/-) terbagi ke dalam beberapa kloter uber yang nyampe apartemen pada waktu yang berbeda-beda trus harus dibagi-bagi juga naik lift nya. Huft. Tapi untungnya si bapak mau dimintain tolong fotoin kami.


Ini foto di sabat pagi pas kami lagi nunggu uber. Ini adalah sekali-kalinya kami tidak terlambat ke lokasi acara. Hahaha.

Terus yah kami hype banget tuh pas di ujung rangkaian IYC kami berenang rame-rame.


Bikin video perkenalan Kokas Friends lah. Iya kami sempat menyebut diri Kokas Friends karena apartemen tempat kami menumpang ini di samping mall Kokas. Padahal kami gak pernah ke situ ge selama nginap! Jadinya ganti namalah kami jadi Casion Friends, akronim dari nama apartemennya Casablanca Mansion.

Saking senengnya, kami sampe ditegur satpam karena ribut! Bapaknya sudah lelah pasti ngeladenin kami ini. Fiuh. Meski begitu, kami tetap bahagia!


Abis IYC, malah bikin keributan di apartemen orang. IYC nya rada gagal dikit nih. Hihihi. Tapi ya seneng juga bisa berkaca lewat teguran itu bahwa satu acara memang tidak serta-merta membangunkan rohani dan mengubah diri kami, bahwa perjalanan revive then reform ini masih awal banget, bahwa kami patut terus berharap kegenapan janji-Nya tentang masanya

a sinless generation


Anyway, keseruan ini gak berakhir di teguran pak satpam kok! Semoga ada kesempatan bisa kumpul lagi dan melakukan hal yang bermanfaat, bisa sharing lagi dan makin banyak pengalaman tuntunan Tuhan yang selalu menarik dibagikan, bisa terwujud juga rencana-rencana pribadi dan rencana kita bersama ke depannya.

Yet who knows whether you have come to (the event, and the apartment) for such a time as this?

One thought on “For Such a Time Like This

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s