Berjejak

21st Ndy

Selamat 21, ndylicious! Teman masa SMA yang suka banget ungu, yang makan segala hal tanpa pernah gemuk, yang gemar berfoto ala model, yang mendirikan GITC, yang baik dan perhatian, dan yang makan spaghetti pake nasi.
Ciye banget udah tua. Hihihi. – with Ayu

View on Path


Foto di atas gue post di Path untuk mengucapkan doa terbaik di ulang tahun Ndy yang ke-21, 7 Januari 2015. Iseng, gue lanjut ahh cerita tentang sahabat masa putih abu-abu gue yang satu ini.

 

Namanya R Ayu Anindhia, biasa dipanggil Ndy. Keturunan ningrat Palembang, punya gelar Raden Ayu tapi di akta kelahiran cuma ditulis “R Ayu”. Anaknya berkebalikan gue, tapi gue gak tau kenapa dia seneng banget ngikutin gue. Wkwk. Pede banget yak. Tapi serius deh. Gue kan selow aja ngapa-ngapain sendiri, kemana-mana sendiri, suka-suka gue.. tapi entah kenapa dia selalu nyamperin gue, nemenin gue, ngajakin gue ini dan itu.

Saking seringnya kami bersama, kami terhitung satu paket. Naomi-Ndy. Ndy-Naomi. Kalo ada si Naomi, ada Ndy. Kalo ada si Ndy, ada Naomi. Meskipun persahabatan (wek ;p) ini berlangsung straight 3 tahun sepanjang masa putih abu-abu, kami duduk sebangku hanya sepanjang kelas 2. Kalo gak salah begitu, gue lupa. Dan di masa-masa duduk sebangku itulah, si Ndy yang kreatif bin ajaib ini membentuk GITC, Girls in The Corner. Apacoba ndy, wkwk. Ke dalam grup berisikan cewe-cewe yang duduk di pojok kelas, gue direkrut jadi member utama. Kadang-kadang ada additional member(s), tergantung siapa yang lagi giliran duduk di pojok kelas bareng kami (waktu itu, posisi tempat duduk pindah bergilir setiap hari). Sebagai informasi, grup ini tidak punya misi. Wkwk.

As you see, Ndy is a pretty girl. She likes to mix and match her clothes, touch her face up, and take care of her hair well. Sementara gue? Liat aja tuh dari foto. Gue kayak gembel yang dipungut dari depan Smanti. Kalo dia pilih frame kacamata warna putih, gue suka frame hitam. Dia gemar biologi, gue remed mulu. Gue pernah ceritain perbedaan kami di sini sih. Dia suka foto-foto, gue males. Tapi untunglah kami berteman, atau nggak memori masa SMA gue gak ada yang terabadikan kali.

Itu kali yah yang namanya berkat TUHAN. Kita dikasih teman yang bisa melengkapi kita. Se-berbeda apapun kita sama teman kita, selama kita selalu jalan beriringan, everything goes well. Saat temen-temen sekelas gue pada les di GO, cuma Ndy dan gue yang les di Quin. Belum pula drama makan nasi putih porsi padang dengan 3 porsi spaghetti McD yang berharga 5 ribu rupiah kala itu. Sebelum les Quin, dimakan di McD! Meski kami langsing, entah berapa pasukan mahluk halus di perut kami sampai harus makan sebanyak (se-karbo) itu.

Begitulah. Kami masih bersahabat sampai sekarang.. dan cara kami temenan itu aneh, dari dulu sampe sekarang. Kami sulit mengakui kami berteman, kelu gitu lidah rasanya. Hahahaha. Kami gak bertukar kabar dengan intense (dari dulu sampe sekarang), tapi alhamdulilah kami masih ketemu at least sekali setahun setiap bubar alias buka puasa bareng. Nahh! Kalo udah gitu, apa juga diceritain, apa juga diketawain, apa juga diledekin. Yah, that’s my (kinda) weird friendship and I am reaallyy grateful for that 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s