Berkisah

14 Juli 2014 : Sambutan, Perpisahan, dan Bakustulama

Rinbesihat, 14 Juli 2014


Untuk pertama kalinya dalam hari-hari KKN, gw ga ikut sahur alias ga makan subuh-subuh. Emang gw bertekad untuk tidur aja sih saat sahur. Lagian ternyata anak-anak tuh pada telat bangun dan sahur menjelang imsak.
Lalu datanglah adik Stella membawa setoples besar gorengan : pisang goreng! Yuhuuu.. enak bangeett. Gw makan 5 potong pisang goreng mengalahkan Ges dan Uni, tapi kemudian mereka menyantap nasi. Sementara gw ga kuat lagi makan nasi dan ga ada kesempatan lagi makan nasi dan singkat kata gw ikut puasa.

Seperti yang telah disampaikan oleh kormanit Ronny, hari ini kami “disambut” oleh Bapeda + perangkat desa Rinbesihat dan Bakustulama jam 9 pagi. Yah seperti biasa, molor. Sekitar jam 10, acara penyambutan baru dimulai. Lalalalalalalala, taulah ya acara penyambutan kaya apa.
Nah nah nah. Di penutupan acara penyambutan, bapak Bapeda bilang, “Baik. Yang ke Bakustulama, kita berangkat sekarang.”
Sejurus kemudian, anak-anak pada mellow gituuu. Hahahahah. Yah kan anak-anak udah mulai pada nyambung dan nyaman satu sama lain, eh harus pisah.
Kami foto bareng, angkut-angkut barang, tuker-tukeran nomor tel*kom*sel, trus berpelukan perpisahan gitu. Uuuuuuuu.

Kami naik mobil pickup ke Bakustulama, melewati jalan berkelok ala pegunungan, belok kanan tepat di belokan depan kantor kecamatan Belu, daaaan “selamat datang di Bakustulama!”

Bakustulama, 14 Juli 2014

Jadi ini apa yang melintas di pikiran kami :
1. Jalan masuk ke Bakustulama dari jalan raya lebih jauh dari yang di Rinbesihat
2. Rumah-rumah di sini lebih rapat dan banyak dari pada di Rinbesihat
3. Ini parah. Kalau di Jawa, banyak ayam dan kucing berkeliaran. Di sini, tidak hanya ayam dan kucing, anjing dan babi juga berkeliaran. Hooo.
4. Ini yang terparah, “pace” dan “stella” di sini jauh lebih banyak dari di Rinbesihat. Wuooo.

Tetapi oh tetapi, ada lebih banyak alasan untuk bersyukur di sini :
1. Kami dikasih tinggal di satu rumah.
2. Rumah kami ada dapurnya.
3. Rumah kami ada kasurnya. Yuhuuu.
4. Karena rumah yang kami tempati adalah bekas rumah Bapa Desa (Kepala Desa), jadi kamar mandi komunal nya itu ada di belakang rumah kami.
5. Kamar mandi nya ada 4 bilik.
6. Setiap kamar mandi punya bak mandi dengan air yang berlimpah ruah sampai tumpah-tumpah. Hahahahaha. Gimana engga, kaga pake keran air kamar mandinya.

Jadilah hari pertama kami dihabiskan dengan bebersih, beberes, bermain dengan pace-pace dan mace-mace. Tentu kami masak, buka puasa bersama, dan rapat. Jangan lupakan bagian aku-rajin-mandi karena airnya melimpah. Bahahahaha.

Halo, Bakustulama.
Halo, pace-pace.
Halo, babi-babi.
Halo, air melimpah.
Mari kita mulai hari-hari di Bakustulama.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s