Berkisah · Berkomentar

Gerah

Barusan, yak barusan, gw makan siang di warung makan langganan. Selain gw, ada sekelompok ciwi-ciwi lagi makan juga, mereka ada 5 orang. Mereka bikin gw gerah.

Gw kasi tau kondisinya yah. Itu siang, panas, warung makannya pake atap asbes yang adalah penghantar panas yang oke banget, gw makan telor+tempe penyet yang adalah pedes banget ditambah nasi yang panas. Lu bayangkanlah panasnya situasi gw saat itu.

Ini kondisi mereka. Mereka ber5 dengan beragam latar belakang, itu keliatan dari logat bicara yang berbeda-beda. Satu di antara mereka itu kaka kelasnya soalnya dipangil mba mba gitu.

Okelah. Jadi mereka ngobrol kan, lalalalalalaalala. Sampailah mereka di topik politik, soal pemilu. Si mba kaka kelas ini dengan bijaksananya mendorong adik-adik kelasnya untuk ikut serta dalam pemilu setelah salah satu dari ciwi-ciwi ini bilang kalo dia bakal golput. Mbanya ini istilahnya melek politik lah ya. Trus satu ciwi yang (kaya gw) naif politik nyerocos aja mau pilih Anies Baswedan kalo dia salah satu capres. Mulailah kan mereka ngomongin Anies Baswedan, mulailah ya mereka bikin gw gerah.

Mba bijak : “gampang kok ngurusnya..” (ngomongin mutasi TPS)
(Sebenernya gw ga tau ngebedain para ciwi-ciwi ini saat mereka timpal-timpalan ngomong.)
C1 : “Iya ya mba? Aku milih deh, ada Anies.”
C2 : “Lha, emangnya dia nyapres? Kok ga ada di tivi?”
C3 : “Ga tau deh.”
C1 : “Eh bukannya iya yah?”
C2 : “Tapi dia ga ada di tivi gitu lho.”
Gerah #1 : Partai Demokrat belum nentuin capres usungannya, nanti awal mei baru diumumin.
Gw diem. Ternyata masih ada yang lebih naif politik daripada gw. Gw terus makan aja, sambil kegerahan.

Mba bijak :”Kalian tau Indonesia Mengajar?”
Si mba bertanya dengan antusias tinggi. Dengan tidak kalah antusiasnya, dalam hati, gw udah tunjuk tangan tunjuk tangan gitu kaya anak SD kebelet mau jawab pertanyaan dari ibu guru, yang bisa jawab boleh pulang kata ibu guru. Siapa ga tau Indonesia Mengajar, please deh. Itu program nge-hits banget (menurut gw).

Lalu hening.

Sumpah. Itu beneran hening. Ciwi-ciwi yang tadi ngeributin Anies Baswedan nyapres apa ngga based on dia ada di tivi apa ngga, sekarang diam aja saat ditanya soal Indonesia Mengajar.

C3 : “Ga tau, mba.”
C2 : “Aku jarang nonton tivi.”
Heh??
C2 : “Itu di tivi apa mba?”
Gubrak.
Oke kita sebut saja si ciwi 2 ini ciwi tivi karena semua hal di dunia ini, menurut dia, ada di tivi. Gerah #2 : She misinterprets Indonesia Mengajar as a TV program. Lu kata Jika Aku Menjadi apa?

Hening lagi.

Sekarang si mbanya yang diam. Yaah, mungkin aja kan mereka diam di sela-sela pembicaraan mereka tuh karena lagi ngunyah kan apa lagi nelen.

Mba bijak : “Itu bukan program entertainment. Itu program nasional.”
Mmh, mba.. maaf.. sepertinya ‘entertainment’ dan ‘nasional’ tidak berada pada konteks yang sama. Ga nyambung gituu. Mbanya ga jadi bijak-bijak amat lah kalo gitu.

Mba yang ga bijak-bijak amat : “Itu program udah umum ah, banyak yang tau.”
Tetep aja sih mba, itu tidak menjawab situasi ketidaktahuan ciwi-ciwi adik kelasmu tentang apa itu Indonesia Mengajar. Pluuuusss, itu tidak menjawab pertanyaan si ciwi tivi tentang Indonesia Mengajar itu program tivi apa bukan.
Gerah #3 : Mbanya itu, lhoooo. Haaaaa. Gw curiga mbanya sebenernya ga tau juga Indonesia Mengajar itu apa dan ngapain.

Hening sebentar.

Trus si ciwi tivi ngomong lagi.
Ciwi tivi : “Iya itu di channel apa gitu, mba? Indosiar.. apa TVRI?”
-________________________-
Gerah #4 : Si ciwi tivi masih keukeuh menganggap bahwa Indonesia Mengajar adalah program tivi.

Ya sebenernya ada sih kisah pengajar mudanya Indonesia Mengajar di tivi, di Net.tv, tapi itu stasiun tivi kayanya cuma ada di jabodetabek dan di tivi berbayar. Adek tivi, sepertinya kamu harus memperluas dunia-yang-kamu-kenal-dari-tivi itu deh. Masa kamu kalah pengetahuan sama aku yang hampir ga pernah nonton tivi selama kurang lebih 5 tahun ini?

Gw ga ngerti lagi dah, siang absurd tadi itu maksudnya apa. Cabenya pedes, nasinya panas, mataharinya ga selow, gentengnya asbes lagi, anginnya ga lewat-lewat, tambah pula percakapan ciwi-ciwi ini. Geraaaaahh.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s