Berbagi · Berkomentar

Sindiran Orang Bijak

Raja Salomo, atau Raja Sulaiman, adalah orang yang paling berhikmat yang pernah hidup di muka bumi ini. Alkitab memuat dua kitab yang ditulis oleh Raja Salomo, Amsal dan Pengkhotbah. Dalam beberapa bulan ini, gw menyisihkan waktu untuk membaca kedua kitab ini. Apa yang gw dapet? Tawa. Tawa karena menertawakan kebodohan-kebodohan gw dinyatakan oleh si Orang Berhikmat.


Raja Salomo adalah penerus Kerajaan Israel kuno, anak Raja Daud dari Betsyeba. Ketika ia telah naik tahta, Allah berkata kepadanya dalam mimpi, “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.” (1 Raja-raja 3:5)
Salomo menjawab, “Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?” (1 Raja-raja 3:9)
Allah mengabulkan permintaan Salomo karena “adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian.” (1 Raja-raja 3:10)
Itulah mengapa Salomo menjadi bijaksana dan berhikmat. Btw, berdasarkan KBBI, hikmat itu artinya kebijaksanaan, kearifan. Terlebih dari hikmat yang Tuhan beri, Salomo menjadi orang paling berhikmat di muka bumi ini, “maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorang pun seperti engkau.” (1 Raja-raja 3:12)

Ia menulis dua kitab di dalam Alkitab, Amsal dan Pengkhotbah.
“Amsal-amsal Salomo bin Daud, raja Israel.” (Amsal 1:1)
“Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem.” (Pengkhotbah 1:1)
Secara garis besar, Amsal dan Pengkhotbah nih berisi nasihat-nasihat, pengamatan-pengamatan, dan curhatan-curhatan. Kalo jaman sekarang bisa dibilang Amsal nih kaya kumpulan tweet-nya Raja Salomo, sementara Pengkhotbah kaya blog-nya doi. Hehe.
Karena dia berhikmat, raja juga, berkuasa juga, kaya juga, jadi dia tahulah sama semua-semua fenomena sosial manusia. Uniknya, ketika lu baca apa yang Salomo tulis di jaman dulu, lu bakal ketawa sendiri karena hal yang sama masih terjadi di jaman sekarang.

Banyak sebenarnya yang udah gw tertawakan dari kata- kata raja bijak kita ini. Tapi gw kasih satu yang baru gw baca yaah.
Pengkhotbah 7:21 bilang gini, “Juga janganlah memperhatikan segala perkataan yang diucapkan orang, supaya engkau tidak mendengar pelayanmu mengutuki engkau.”
Katanya sih ga usah dengerin perkataan orang, ga usah dengerin cemoohan orang, ga usah dengerin kata-kata yang melemahkan dari orang lain.
Trus dilanjut, Pengkhotbah 7:22, “Karena hatimu tahu bahwa engkau juga telah kerapkali mengutuki orang-orang lain.”
Bahahahahahahahah. Sumpah gw ngakak sendiri bacanya. Emang enak lo, mi, disindir. Hihihihi. Sedih-sedih, kecewa-kecewa, kesel-kesel diomongin orang secara kasar. Ternyata oh ternyata gw lupa kalo sendirinya suka “mengutuki” orang, meski dalam hati. Hihihi.

Di atas ini cuma satu ayat yang bikin ketawa, masih banyak lagi yang lain. Ga cuma nyindir kita yang baca, nyindir sosialita juga ada. Ga cuma sindiran, komentar-komentar soal fenomena sosial juga banyak. Mana lagi fenomena sosial yang dikomentarin juga ga jauh beda sama yang terjadi di masa kini, itu juga bikin ketawa nah. Mungkin di lain kesempatan gw ceritain lagi deuh. Boleh lho dibaca Amsal sama Pengkhotbah-nya, niscaya anda akan tertawa seperti saya, menertawakan diri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s