Bersyair

Sendiri

Pada mulanya manusia diciptakan sendiri.
Pada akhirnya manusia diistirahatkan sendiri.

Kamu bukannya tidak mengerti kalau kamu lahir sendiri.
Kamu lebih mengerti lagi kalau kamu mati sendiri.

Lalu mengapa makan siang di restoran ramai sendiri kamu nilai aneh?
Mengapa belajar di perpustakaan sendiri kamu nilai aneh?
Mengapa menghabiskan malam minggu sendiri kamu nilai aneh?
Mengapa duduk sendiri kamu nilai aneh?

Tidak tahukah kamu bahwa keramaian itu memusingkan?
Kurasa tidak, sebab kamu tidak mengenal banyak akal yang egois, berpasang-pasang telinga yang penasaran, dan beribu lidah yang tajam.

Tidak mengertikah kamu bahwa menyatukan banyak akal itu melelahkan?
Kurasa tidak, sebab kamulah salah satu akal yang tidak ingin bersatu, kehendakmu itu hanya menyusahkan orang.

Tidak pernahkah kamu menghindari banyak telinga?
Kurasa tidak, sebab telingamu pun ingin tahu banyak meski tidak ada satu manfaat pun kamu teguk dari balada orang.

Tidak lelahkah kamu mendengar banyak lidah?
Kurasa tidak, sebab kamulah lidah itu sendiri, lidah yang melontarkan ratap atau hampa atau manja atau sarkas.

Tidak pahamkah kamu bahwa sejuta wajah menyimpan sejuta ekspresi dengan sejuta tipu?
Kurasa tidak, sebab kamu tidak peduli, tidak pernah peduli. Kamu ada di antara bilangan wajah penipu itu.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s