Berbagi · Berkisah

Salam Cinta dari Kelud

Hello, valentine!
Gimana kabar valentine-nya? Bahagia? Senang? Berbunga-bunga?
Kalo gw sih bahagia, sampai berdebu-debu malah. Hahaha. Gw dapat hadiah soalnya, dari bumi, lewat Kelud.

Tadi pagi gw bangun dengan alarm alam jam 5, hape gw getar. Temen-temen gw ramein grup whatsapp kami dengan berita bahwa terjadi hujan abu vulkanik di Jogja.
“Merapi meletus apa?” Gw berasa ga tau apa-apa, ketinggalan jaman banget. Ternyata hujan abunya berhasil erupsi Gunung Kelud. Gw cuma ehm oke terus tidur lagi saking capenya. Sampailah jam setenga 8, gw terbangun beserta keramaian yang tak terbendung di grup whatsapp temen-temen gw itu. Mereka masih ngomongin hujan abu. Beranjaklah gw dari tempat tidur, gw singkapkan itu tirai jendela kamar, spontan gw terkejut, “Oh my God!”
Wey ternyata hujan abu vulkanik nih bukan main-main!

Nih ya gw kasiin foto-foto valentine berdebu gw.

image

image

image

image

image

Sebenernya gw udah pernah denger yang namanya hujan abu vulkanik, ya cuma denger aja, dari tivi waktu jamannya erupsi Gunung Merapi tahun 2010 yang lalu. Tapi gw ga nyangka eh kalo sebegini kenyataannya. Gw pikir, “Oooh.. begini toh rasanya..”

Penasaran, gw cari tahu dimana itu posisinya Gunung Kelud dan kenapa Jogja bisa dapat cintanya si Kelud, hujan abu? Ternyata, Gunung Kelud itu masuk teritori Jawa Timur. Dia berada di antara Kediri dan Blitar, salah satu dari 5 gunung yang bisa dinikmati keindahannya dari Malang. Lebih ternyata lagi, materi erupsi Kelud ini banyak terbawanya ke sebelah barat dan barat lautnya Kelud yaitu daerah Jawa Tengah dan DIY. Lengkapnya, baca beritanya di Kompas.com atau sumber-sumber lainnya.

Sesungguhnya erupsi gunung berapi macam Kelud ini bukan sebuah bencana kok, malahan berkat. Kenapa begitu? Karena saking sayangnya alam sama manusia, bumi ini mengeluarkan ‘harta-hartanya’ dari dalam perutnya untuk membawa ‘kesuburan’ yang baru untuk muka bumi. Untuk tahu lebih jauh, coba cari tahu referensi-referensi geologi terkait. Paling tidak, hal ‘kesuburan baru bagi muka bumi’ ini yang gw pahami dari salah seorang pakar yang berbicara di tivi menyikapi erupsi Gunung Sinabung. Hal ‘kesuburan’ yang gw pahami lainnya ada di ilmu yang gw geluti sekarang ini, teknik sipil. Tidak dapat dibantah, pasir dan kerikil dari gunung berapi (notabene, hasil erupsi) itu kualitasnya jauh lebih baik daripada pasir dan kerikil dari sungai. Mengetahui ‘kesuburan-kesuburan’ baru yang gunung berapi bawa, rasa-rasanya erupsi gunung berapi ga cocok disebut sebagai bencana alam – bencananya si alam. Kata sebagian orang sih, Sabda Alam namanya.

Inilah sabda alam itu : bahwa ia mencintai kita, manusia. Apalagi Allah Sang Pencipta alam semesta, kebijaksanaan-Nya melampaui akal manusia. Ia menciptakan alam dengan tatanan perilakunya untuk membawa kesuburan demi kesuburan bagi tanah yang manusia pijak.
Indonesia, dalam beberapa bulan terakhir ini, mendapat berbagai bingkisan cinta dari alam : erupsi Sinabung, banjir Jakarta, banjir Pati, banjir bandang Manado, longsor Jember, sekarang erupsi Kelud. Mungkin kita harus lebih peka lagi terhadap alam, kita perlu membalas cinta-Nya melalui alam. Kita harus menjaga dan mengasihi alam ini dengan lebih baik lagi. Udahan lah mencemari atmosfer dengan asap kendaraan bermotor, sungai dengan sampah dan isi perut kita, batu-batu dan pohon-pohon dengan tulisan-tulisan ga berarti. Klise. Tapi. Harus.

Akhir kata, happy valentine! Selamat hari kasih sayang! Jogja dapat salam cinta dari Kelud. Kita dapat salam cinta dari alamā¤

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s