Bersyair

Time Flies

Bangil, 7 Juli 2013
20.36

Tek.. Tek.. Tek..
Suara itu yang menuntun kakiku keluar rumah untuk memesan sepiring makanan guna mengisi ruang di abdomen ku. Perhatianku teralih dari uap panas kuah baso saat mendengar gelak tawa yang renyah.
Ku alihkan pandangku pada sebuah meja hijau tempat bola pingpong memantul girang. Kegirangan yang sama terpantul pula pada tawa anak-anak di sekeliling meja pingpong itu. Tawa mereka mengantarkan aku pada tawa yang sama, emm mungkin delapan tahun yang lalu.

Kenangan ku melayang ke barat pulau jawa, delapan tahun lalu. Aku dahulu tertawa seperti itu, ceria seperti itu, bahagia seperti itu, hidup begitu. Setiap harinya. Indah bila kuingat betapa bebasnya hidupku kala itu, bermain bersama teman sebaya setiap malam. Lucu bila kuingat betapa uniknya kehidupan yang kujalani selama delapan tahun ini, mengenang tawa saat besar di barat pulau Jawa sementara menulis rasa dewasa ini di belahan timurnya. Rindu bila kuingat mereka yang tertawa bersamaku, apa kabarnya mereka, apa mereka mengingatku, atau mereka telah berjalan terlalu jauh pada setapak kedewasaan? Aku tidak tahu.

Yang jelas tawa mereka membawaku bersyukur, bersyukur atas setiap detik yang Tuhan karuniakan bagiku, bersyukur atas tawa yang Tuhan izinkan aku alami, bersyukur atas orang-orang yang pernah sampai yang masih tertawa bersamaku.

Akhir kata, selamat malam. Aku akan melanjutkan petualanganku di setapak kedewasaan ini sembari menghirup indahnya masa lalu bersama kalian teman-teman kecilku. Dan tawa kita, ia akan selalu mengalun sepanjang perjalanan kita.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s